Monday, 12 October 2009

Mesjid Agung


Mesjid Agung

Peletakan batu pertama pembangunan masjid ini dilakukan oleh Sultan Mahmud Badaruddin I yang dimulai 1 Jumadil Akhir 1151 H (1738) dan diresmikan pada 28 Jumadil Awal 1161 (26 Mei 1748). Mesjid ini dulunya dikenal dengan nama Mesjid Sultan yang lokasi dibangunnya terletak di \"pulau\" yang dikelilingi sungai, sebelah Selatan Sungai Musi, sebelah barat Sungai Sekanak, sebelah Timur Sungai Tengkuruk, dan sebelah Utara Sungai Kapuran.
Puncak Mesjid Agung berbentuk atap Mustaka/kepala. Bentuk mustaka yang terjurai ini melengkung ke atas keempat ujungnya menyerupai bentuk atap pada bangunan Cina. Menara pertama dibangun bagian kiri Masjid arah Selatan (Jalan Merdeka) pada tahun 1753 dengan ukuran tinggi 30 M dan garis tengah 3 M.
Pada tahun 1897 telah diadakan perombakan mesjid untuk perluasan Entrance Hall berbentuk gaya Doric dibongkar. Ditambah serambi yang terbukan dengan tiang-tiang beton bulat, sehingga bentuknya seperti serambi pendopo atau seperti gaya bangunan kolonial. Ini adalah yang pertama dan memberikan ruangan tambahan. Pada tanggal 2 Januari 1970 dibangun menara kedua dengan ukuran tinggi 45 M berbentuk persegi 12 dibiayai oleh Pertamina dan diresmikan pada tanggal 1 Februari 1971.
Post a Comment

Google+ Followers