Thursday, 1 April 2010

FRANS JOHAN LAURENS (F.J.L.) GHIJSELS (1882-1947)

Ghijsels lahir di Tulungagung – Jatim, 8 September 1882. Seperti kebiasaan dari banyak keluarga Belanda terkemuka di Hindia Belanda pada waktu itu, bila seorang anak dianggap cukup umur untuk menerima pendidikan dasar, maka si anak dikirim ke Belanda untuk menerima pendidikan dasarnya hingga perguruan tinggi. Demikian juga halnya dengan Ghijsels.
Setelah menamatkan pendidikannya dasar dan menengahnya, Ghijsels belajar arsitektur di Polytechnic Delft pada th. 1903. Waktu itu disiplin arsitektur masih merupakan bagian dari jurusan “Civil Engineering”. Baru setelah tahun 1905 disiplin arsitektur berdiri sendiri terpisah dari jurusan sipil (Akihary, 1996:14). Masa studinya juga diperpanjang dari 4 tahun menjadi 5 tahun, nama Polytechnic kemudian berubah menjadi “Technical High School Delft”.
Pada th. 1905 Ghijzels sudah menyelesaikan tahun-tahun pertama bersama dengan rekan-rekannya yang kelak juga menjadi arsitek terkemuka di Hindia Belanda seperti Henri Maclaine Pont, Thomas Karsten1 dan lain-lainnya. Baru tahun 1909 Ghijzels lulus sebagai sarjana arsitektur. Pada th. 1909 setelah lulus ia bekerja pada biro “Gerrit van Arkel” di Amsterdam. Pada bulan Oktober 1909 Ghijsels melamar sebagai arsitek di bagian “Pekerjaan Umum”Gemeente Batavia. Ia masuk kerja secara resmi sebagai pegawai Gemeente Batavia pada tgl. 3 Nopember 1910, dan tinggal di Cikini di jantung Weltevreden pada sebuah rumah tinggal abad ke 19.
Pada th. 1912 , Ghijsels pindah ke bagian arsitektur Departemen Pekerjaan Umum (B.O.W.) yang kantornya juga terletak di Batavia. Disanalah ia mendapat banyak pengalaman yang berharga tentang pembangunan di Hindia Belanda pada waktu itu. Pada th. 1914 Ghijsels merancang rumah sakit untuk perusahaan perkapalan KPM (Koninklijke Paketvaart Maatschappij - sekarang PELNI) di Jatibaru sebelah Selatan Weltevreden. Perancangan rumah sakit ini adalah salah satu proyeknya yang terbesar.
Setelah keluar dari Departemen B.O.W. pada th. 1916, Ghisels mendirikan bironya sendiri yaitu : “Algemeen Ingenieurs en Architecten Bureau” (AIA) di Batavia. Biro ini merupakan kombinasi antara biro perancangan dan pelaksanaan bangunan, didirikan bersama dua orang rekannya yaitu: Ir. Hein van Essen dan arsitek Stoltz. Sejak th. 1916 sampai th. 1929 selam kurang lebih 13 tahun secara terus menerus Ghijsels menangani berbagai pekerjaan perancangan bangunan di berbagai tempat.Proyeknya menyebar di berbagai kota di seluruh Indonesia. Tapi yang terbanyak terletak di Jawa, terutama di kota-kota besar seperti : Batavia, Bandung, Yogyakarta, Semarang dan Surabaya. Jenis proyeknyapun sangat bervariasi mulai dari
perancangan sampai pelaksanaan bangunan dan perencanaan perluasan kota (rencana perluasan kota Bandung th. 1917, dsb.nya). Semuanya ini membuat AIA menjadi salah satu biro pembangunan yang terekmuka di Hindia Belanda pada waktu itu. Pada th. 1929 Ghijsels kembali ke Belanda bersama keluarganya, tapi ia masih banyak terlibat dengan biro AIA di Hindia Belanda sampai th. 1932. Ia meninggal di Overveen, Belanda pada tgl. 2 Maret th. 1947, pada usia 64 th.

Karya - Karya Ghijsels
Semboyan Ghijsels adalah “Simplicity is the shortest path to beauty” (Akihary,1996), menunjukkan bahwa ia adalah seorang arsitek modern yang berpandangan rasional. Ia termasuk generasi pelopor perubahan arsitektur langgam “Indische Empire” yang masih banyak dianut pada akhir abad ke 19. menjadi arsitektur kolonial modern pada awal abad ke 20 di Hindia Belanda. Karya-karyanya dapat dibagi menjadi dua bagian. Pertama antara th. 1910-1915, ketika ia masih bekerja untuk B.O.W. (Departemen Pekerjaan Umum) di Batavia. Kedua antara th. 1916-1929, ketika ia mendirikan biro AIA (Algemeen Ingenieurs en Architecten Bureau).
Post a Comment

Google+ Followers